Ya, aku bahagia
Hari ini, lebih tepatnya malam ini, menjadi malam yang sangat bersejarah dalam hidupku. Sedikit pernah membayangkannya, namun tak tau sekarang menjadi kenyataan. Siapa yang sangka, dan bahkan aku tak pernah menyangka. Rasanya jantung ini berdegup semakin kencang, sesak, tak bisa berkata-kata dan pastinya hati berbunga-bunga. Meski aku tau apa yang aku rasakan tak sama dengan yang ia rasakan, namun ijinkan aku mengungkapkan apa yang aku rasakan.
Aku suka kebersamaan, apalagi menjadi saat yang akan sangat jarang untuk ditemukan. Kebersamaan dengan teman-teman seperjuanganku. Rasanya sangat menyenangkan berada di antara mereka. Mereka menjadi pengganti keluargaku yang berada jauh nan di sana. Rasanya sangat bahagia ketika tertawa bersama, bahkan menangis bersama. Tapi malam ini tak ada tangis, yang ada tawa kebahagiaan dan kegilaan bersama mereka. Langka sosok seperti mereka, belum tentu nanti di luar sana aku dapat menemukan orang seperti sahabat-sahabatku itu. Malam ini aku bahagia dengan kalian, kawan. Ya, aku bahagia.
Meski malam ini ada sedikit insiden yang sedikit menyakitkan, but semua terobati olehnya. Perih yang aku rasakan berganti menjadi senyum bahagia. Ternyata keputusanku untuk menunda kepulangan berbuah manis. Tak sia-sia aku di sana hingga malam. Meski saat itu aku hanya bisa memandangnya dari kejauhan, tak berani menyapanya, toh dia yang menyapa aku duluan, mengajak berbincang duluan. Ya, aku bahagia.
Maaf jika ada sedikit kecemburuan, tapi hanya sangat sedikit kecemburuan ketika ia bersama dia. Meski mereka tak berbincang, namun kedekatannya sedikit membuatku tak mau melihatnya. Namun lagi, ia berbincang denganku, di depan dia orang. Hehehhehe mungkin tambahan poin buatku. Ya, aku bahagia.
Sepulangnya, aku sedikit mencium gelagat ingin pulang bersama mereka (ia dan dia-red). Aku tak mau ambil pusing, toh mereka memang searah dan tak hanya berdua, banyak teman yang lain juga. Jadi tak terlalu masalah, Cuma tuh orang sepertinya memang berharap pulang bareng. Tapi maaf, saya sedikit lebih beruntung. Lalalalalalala, aku pulang bareng dia. Maaf ya sekali lagi. Aku tak berfikir kalo pulang bareng sama dia, karena rencana aku pulang sama teman. Ternyata Tuhan punya rencana lain, aku duduk di belakangnya, di balik punggungnya, di motornya. Lalallalalalala, aku ingin bernyanyi. Ya aku bahagia.
Tak kan kusia-siakan kesempatan langka ini. hahahhahaha. Aku tak mau merusak suasana ini dengan membicarakan orang lain. Aku hanya ingin, hanya ada aku dan dia. Nobody else. Banyak hal yang menjadi perbincangan selama perjalanan singkat itu, yang aku berharap dapat sedikit lama, hehehehhe. Tak tau dia betapa senangnya aku, mungkinkah aku bahagia di atas penderitaan orang lain (hahahha, lebay.com). aku tak tau apa arti semua ini. yang aku tangkap darinya, masih ada sedikit perhatiannya untukku. Tak mau besar kepala, hanya berharap itu kenyataan. Whatever, aku bahagia.
Terima kasih untuk malam ini. tak hanya untuknya, tapi juga teman-temanku. Kemenangan kalian malam ini menjadi bagian dari kemenangan hatiku. Karena kalian malamku menjadi begitu indah. Entah sampai kapan aku berhenti senyum-senyum sendiri. Ya, aku bahagia.
Maaf jika cerita saya ini sedikit lebay, tapi bolehlah ya mengungkapkan apa yang dirasakan. Setidaknya saya mengalami apa yang diharapkan Nam pada Shone (A Crazy Little Thing Called Love-red), duduk di belakangnya (bonceng-red). Nanananananananana, ijinkan aku bernyanyi kawan.:)
Bogor, 19 Desember 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar