YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 20 Desember 2011

berharap tak hanya sekedar mimpi



Dream... bag.1
            Siapa sangka ini terjadi. Benar-benar di luar dugaan, bahkan untuk berimajinasi saja butuh tingkat tinggi, tak pernah terpikirkan. Mungkin memang takdir, bahwa aku ada dalam hidupnya. Aku memang menyayanginya, walau tak pasti apakah ia juga menyayangiku. Tapi hal ini membuat aku makin tak mampu melupakannya.
            Gedung itu penuh sesak dengan manusia-manusia yang sejak pagi telah mengantri di depan pintu masuk. Mereka rela lama menunggu untuk tak mau ketinggalan. Aku menjadi bagian dari mereka, tapi aku tak sendiri banyak temanku juga yang ikut serta. Kenapa aku ikut??? Hanya karena satu alasan, ia menjadi salah satu  pengisi acara hiburan di sana. Aku tak mau ketinggalan tentunya, meski aku hanya mampu melihatnya dari kejauhan, tapi itu tak masalah. Aku mendapat tiket itu, untungnya.
            Lampu-lampu gemerlapan, terasa semakin megah. Panggung yang begitu spektakuler. Aku tak sabar ingin menyaksikan ia di panggung itu. Sepertinya tak hanya aku yang menantikannya, mungkin banyak pula penggemarnya yang tak sabar melihat aksinya. Tak apa, karena ia bukan milikku.
            Acara pagi itu berlangsung satu per satu. Akhirnya yang kunantikan tibalah waktunya. Pembawa acaranya seru, menguasai penonton, dan menghibur juga. Pandanganku fokus tertuju di panggung itu. Ya, dia ada di sana dengan balutan kaos oren putih, aku menikmatinya. Rasanya aku tak mau ia lepas dari pandanganku. Namun sayang itu tak mungkin. Waktunya hanya tak lebih dari sepuluh menit.
            Namun tiba-tiba lampu mati. Semua yang ada di gedung itu bingung, dan aku pun demikian. Berusaha memastikan bahwa temanku ada di sampingku. Namun tak lama ada beberapa orang yang memegangiku, aku makin bingung dan sedikit panik.
            “tenang, jangan takut. Tenang aja”, ucap orang yang ada di sampingku.
            Si pembawa acara pun meminta pada orang yang memegang orang yang aku suka untuk emngantarkannya padaku. Oh no,,,ternyata tak hanya aku yang menjadi sasaran, dia juga. Aku masih tak mengerti apa yang terjadi. Gedung itu begitu gelap. Aku tak bisa melihat siapapun.
            “Buat masnya, tolong ngomong yang jujur. Katakan yang ingin dikatakan”, kata si pembawa acara.
            Jantungku mulai berdetak tak karuan. Dia akan ada di hadapanku. Mengatakan sejujur-jujurnya yang ingin dikatakan. Hatiku senang tak karuan. Aku tak akan membuat kesempatan ini datang sia-sia.
            “ya, aku akan menerimanya. Aku tak mau menyesal untuk yang kedua kalinya”, tekadku dalam hati.
            Kejutan yang sangat mengejutkan. Detik itu, ia tepat ada di hadapanku. Lampu-lampu menyorot kami, semua mata tertuju pada aku dan dia. Bercampur antara senang, malu, tapi penuh harapan.
            Saat lampu dinyalakan, dengan jelas aku melihat ia benar-benar ada di depanku.
            “Nah, sekarang silahkan untuk  mengungkapkannya”, kata si Pembawa Acara.
            “Maaf, ini ada apa ya?? Ada apaan sih??”, tanyanya dengan mimik bingung, lebih tepatnya mengalihkan pembicaraan. Dan spontan semuanya kecewa, ia tak mengatakan apa yang aku harapkan.
            Dan ketika aku sadar, ternyata itu hanya mimpi. Oh God!!!! Mimpi itu benar-benar membuatku semakin tak mampu melupakannya. Gimana mau lupa, kalo tidur aja dia masih nongol, apalagi dengan mimpi semacam itu. Apakah gerangan artinya??
            Kata salah seorang teman saya, “mungkin itu artinya banyak orang yang mendukung atau mengharapkan kamu sama dia, tapi mungkin dia belum siap atau belum yakin”.
            Hhmmm,,, mungkin kalo tafsir mimpi teman saya itu benar, berarti tugas saya adalah meyakinkan dia. Paling tidak saya tau, siapakah saya baginya.
            Dan sampai sekarang deg-degannya belum ilang. Tidur??? Mungkinkah ada keberlanjutannya???
                                                                                                Bogor, 16 Desember 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar