Tentang dia, saya dan semuanya
Catatan Akhir Tahun, Mengulas dari Awal Hingga Akhir
Jika tak ada inspirasi, motivasi atau alasan menulis, butuh pikiran ekstra untuk menulis di sini. Aku menulis, ketika ada yang ingin aku ceritakan. Tapi sekarang, entahlah. Aku bingung apa yang hendak aku ungkapkan di sini. Ya sebelumnya maaf jika nanti cerita saya ngalor ngidul, ga nyambung satu sama lain. Paling tidak mungkin ada keterkaitannya satu sama lain, satu cerita ke cerita yang lain. Sebelumnya juga, terima kasih telah meluangkan waktunya untuk membaca catatan hati saya ini. karena sedikitnya dengan menulis, membuat hati lebih tenang.
Memang kebanyakan atau malah hampir seluruh goresan saya ini menceritakan tentang seseorang yang sekian tahun lamanya menyita hati saya. Mungkin bisa berawal dari sini. Dan semoga tentang dia akan berakhir di sini. Seseorang, pastinya dia pria karena saya wanita. Dia orang pertama yang menyita hati saya, saat saya berada di tanah rantau ini. saya pun tak menyangka jika dia orangnya, karena dalam kacamata saya, dia sedikit mengesalkan dan agak “aneh”. Dan mungkin keanehan yang ada pada dirinyalah yang dulu membuat hati saya luluh. Sasaat-saat saya bersamanya telah berlalu tiga tahun lalu. Dengan kata “saat-saat bersama” jangan dianggap bahwa saya pernah menjalin suatu hubungan dengan dia ya. Kami hanya sebatas teman, teman yang saling menyimpan perasaan yang lebih dari teman. Selama ini kami hanya teman.
Tak mudah bagi saya melupakan dia. Bukan karena tidak ada keinginan melupakan. Sudah tak terhitung berapa kali saya mencoba menghapus dia dari hati saya. Tapi apa yang terjadi, saat saya hendak melupakan dia justru malah membuat saya mengingatnya. Jadi yang ada bukan lupa, malah makin ingat. Dan ujung-ujungnya ya nangis. Menyedihkan sangat ya ternyata. Apakah dia tau tentang semua ini??? saya tak tau jawabannya, mungkin iya dan mungkin juga tidak.
Perasaan saya kepadanya, dulu karena berpikir bahwa Tuhan menjodohkan saya dengan dia. Mengapa saya berpikir demikian??? Tentu saja bukan asal ngomong saja. Saya punya alasan mengapa mengatakan demikian. Alasannya adalah ketika saya berpikir berharap bertemu dengan dia, maka tak lama saya benar-benar bertemu dengannya. Mungkin kalau sekali dua kali itu kebetulan. Nah kalo berkali-kali, dan setiap saya berharap bertemu dengan dia, maka saya benar bertemu dia. Saat itulah saya berpikir dan berharap bahwa dia jodoh saya. Tapi itu dulu. Dulu sebelum akhirnya saya harus benar-benar melupakan dia, untuk melanjutkan hidup saya. Karena jika tidak segera diakhiri, mau sampai kapan saya harus terpaku olehnya, sedangkan ia sedikitpun tak berpikir tentang saya. Walaupun saya itu bukan suatu hal yang mudah. Waktu yang membuat ia ada dalam hati saya. Dan pastinya waktu jugalah yang akan membuat dia hengkang dari hati saya. Tuhan telah menuliskan siapa yang akan menjadi jodoh saya. Siapapun itu, pastilah Tuhan memberi yang terbaik dari apa yang saya rencanakan. Jadi ketika saya harus megngakhiri kegalauan hati, maka itulah yang terbaik dari Tuhan.
Keputusan itu berakhir di penghujung tahun 2011 ini. sebenarnya tak di ujung juga. Beberapa waktu yang lalu memutuskan untuk hati tak lagi ingin dirinya. Saya mencoba membuka hati untuk yang lain. Itu keputusan saya. Siapapun itu, selama dia bisa meyakinkan hati saya, kenapa tidak. Dan tentunya dia adalah keputusan hati saya. Ketika saya berkata tidak, maka tidak, dan ketika saya berkata ya, maka saat itulah saya benar-benar memulai lembaran baru.
Saya yakin bahwa Tuhan akan memberikan kebahagiaan untuk hamba-hamba-Nya, hanya waktu saja yang belum menjawabnya. Jika saat ini dia telah bahagia, maka saya cemburu. Karena saya pun ingin bahagia. Kebahagiaan dengan keluarga telah saya dapatkan, kasih sayang orang tua, sanak saudara saya, saya bahagia bersama mereka. Kebahagiaan bersama sahabat-sahabat saya, saya telah menggapainya. Dan kebahagiaan bersama seseorang yang saya sayangi, saya menantikannya. Kehormatan baginya, karena saya menantikannya, bukan dia yang menantikan saya. Jadi ketika nantinya Tuhan mempertemukan hati kami, semoga itu yang terbaik yang Tuhan beri untukku. Amiiiiin.
Lalu selanjutnya apa ya yang hendak saya tulis lagi. Awal sudah, untuk mengakhiri sudah. Ya semoga saja ketika semua menjadi cerita, selanjutnya adalah cerita bahagia dan terselip sedikit saja air mata. Bukan banyak air mata dan kebanyakan duka. Hahahaha :D .
Saya yakin akan bahagia. Anda juga pastinya yakin. Hidup tak mungkin selamanya menderita. Bahagia bisa dengan apa saja dan bagaimana. Bahagia itu kita yang rasa, jika mau, pasti bisa.
Akhir tahun ini saya akhiri dengan alhamdulillah dan segala puji syukur atas segala karunia dan ni’mat yang Allah limpahkan pada saya, keluarga saya dan hidup saya. Ni’mat panjang umur dan kesehatan yang tak terkira. Ni’mat mempertemukan saya dengan sahabat-sahabat saya. Sekecil apapun ni’mat itu sangat saya syukuri dan tak bisa saya sebutkan satu per satu. Dan begitu pula keni’matan dalam membukakan pintu hati saya menuju hidup yang baru, syukur Alhamdulillah. Tak berhenti sampai di situ. Keni’matan tak terkira bagi keluarga besar saya. Kakak pertama saya, yang hubungannya telah jelas dengan pasangannya oleh kedua belah pihak keluarga besar. Demikian pula dengan kakak ketiga saya yang telah mendapat restu dan kepastian satu sama lain oleh kedua keluarga besar. Dan untuk kakak kedua saya, semoga ni’mat Allah menyertai dan kesabaran serta keikhlasan dilimpahkan bagai kakak kedua saya, kakak ipar saya dan dua keluarga besar kami. Adinda Nasywa Mariyam Ramadhani telah tenang di sisi Allah di surga sana. Semoga Allah melimpahkan, dan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya yang beriman.
Tahun 2011 ini menjadi wadah instropeksi dan wajib disyukuri. Segala ujian dan keni’matan hidup telah dilalui dan dijalani. Tak pantas jika hanya kecewa dan pasrah. Di tahun mendatang dan selanjutnya semoga menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan lebih bermanfaat bagi orang lain. Allah memberikan kelancaran dan kemudahan dalam segala hal, tercapai apa yang dicita-citakan. Amiiin.
Semoga saya tak pernah berhenti bersyukur. Berusaha memberikan dan melakukan yang terbaik. Menjadi pribadi yang ikhlas dan pemaaf. Dan hidup saya terus berlanjut. Dan saya akhiri, alhamdulillah
Bogor, 31 Desember 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar