YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Senin, 05 Desember 2011

kaupun perlu mengerti



Jagalah lidahmu, hei “teman”
Semakin yakin, semua yang kau ucapkan hanya bualan atau berusaha untuk bijak namun tak sama dengan apa yang kau lakukan. Jika kau bilang mereka selalu menganggap benar apa yang mereka ucapkan, maka kaupun sama dengan mereka. Jika kau bilang mereka tak mau mengerti orang lain dan hanya mau dimengerti, maka kaupun sama saja dengan mereka. Tak beda alias sama. Kau tau itu membuatku muak.
Aku hanya mau dimengerti tanpa mau mengerti??? Itu bukan aku, tapi kau!!! Kau sesuka hati melukai perasaan orang lain. Kau sesuka hati mengucapkan apapun yang menurutmu tak salah. Tapi nyatanya aku terluka, luka yang awalnya sudah aku redam kini malah kau gali semakin dalam. Kini tak hanya luka yang ada, tapi amarah, dan mungkin sedikit kebencian. Semua karena aku muak denganmu. Apa aku salah??? Pastinya kau akan anggap aku salah karena tak mau mengertimu, tapi sedikitpun kau tak mau menghiraukan perasaan orang lain. Heeiiii!!! Lihat dulu siapa yang kau ajak bicara. Lihat dulu situasinya. Entah kau yang tak pantas jadi temanku atau aku yang tak pantas jadi temanmu. Entah salah atau tidak aku pernah menganggapmu teman, mempercayaimu, tapi pada kenyataannya aku tak lagi percaya. Sedikitpun tidak. Semua karena aku muak.
Memang tak salah jalan yang telah aku pilih, memilih bertahan dan tak goyah. Karena kini itu lebih baik daripada menuruti bualanmu. Maaf jika aku menyebutnya bualan, karena lagi lagi apa yang kau ucapkan hanya angin. Mungkin dulu aku pernah membenarkan apa yang keluar dari mulutmu, tapi itu dulu sebelum ku semakin terluka.
Silaturahmi pastinya akan selalu aku jaga. Namun maaf sebelumnya jika aku tak seramah dulu, aku tak sebaik dulu di depanmu. Kau tau kan lidah itu lebih tajam dari pedang, dan lidahmu itulah yang membuatku berubah padamu. Maaf butuh waktu yang mungkin sangat sangat lama untuk mengikhlaskan lagi luka yang kau beri, kau tau kesempatan kedua sudah kau sia-siakan dengan percuma.
Kau mungkin tak pernah sadar bahwa yang kau lakukan itu salah. Mungkin kau mungkin tak pernah sadar bahwa yang kau ucapkan itu melukai hati sesorang. Tidak, tak hanya luka tapi juga kau telah mempermalukan seseorang. Hanya berharap sedikit luapan hati yang terluka ini menyadarkanmu. Tak selamanya yang kau ucapkan itu benar. Walaupun harapan kau untuk sadar sangatlah kecil, sedikit aku masih menganggapmu temanku. Kurang baikkah aku???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar