YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Senin, 09 Januari 2012


Tak tau apa yang aku tangisi
Sore ini, sepulangku dari kampus, seperti biasa berkumpul dengan teman sekontrakanku di ruang tamu. Awalnya semua berjalan seperti biasa, tak ada yang aneh, bercakap-cakap. Namun tak lama saat hanya ada aku dan salah seorang temanku saja, aku mulai terdiam. Aku menyadarkan diriku sendiri untuk tak melamun, diam. Namun yang terjadi malah aku menangis. Aku berkata pada temanku, tentang perasaanku yang tak tenang, rasanya ingin menangis. Dan ia menayarankan untuk menangis saja, dan akupun menangis. Aku tak tau apa yang membuat aku menangis saat itu. Perasaan yang ada di hati ini membuncah, bergejolak tak karuan. Ada rasa sakit yang begitu sangat menusuk. Aku tak tau apa itu. Yang jelas, sore menjelang malam itu aku menangis, dan tak tau apa yang aku tangisi.
Aku di sudut kamarku, meringkuk dalam tangis. Mungkin aku menangisi diriku sendiri. Aku menegur diriku sendiri. Aku memohon ampun pada-Nya. Memohon ampun atas segala dosa, khilaf dan salah yang telah aku lakukan. Terlalu banyak kesalahan yang aku buat. Dan mungkin banyak hal yang membuat aku menangis, hingga aku sendiri tak tau apa yang aku tangisi. Setiap aku menulis kata tangis dan aku benar-benar menangis saat itu.
Ayahku, menenangkanku. Meski ia jauh dariku saat ini, tapi beliau mampu menenangkanku. Wejangan dan saran yang beliau berikan mampu meredakan tangisku yang kian menjadi-jadi. Beliau memintaku untuk menenangkan diri, banyak menyebut asma-Nya, dan tidak berfikir yang macam-macam. Dan aku mulai tenang, mulai mampu mengontrol perasaan.
Aku berharap semuanya baik-baik saja. Semua sehat, keluargaku, guru-guruku, sahabat-sahabatku, teman-temanku, semua orang yang aku sayangi, semua orang yang aku kenal dan mengenalku, dan semua yang tak menyukaiku, aku sangat berharap semuanya baik-baik saja tanpa kurang suatu apapun. Semua dilimpahkan kesehatan dan umur panjang. Amiiin. Aku menyayangi kalian semua. Aku senang bersama kalian. Aku ikhlas mengenal kalian.

                                                                                                     Bogor, 9 Januari 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar