Kisahku,,,
“Mengertilah aku resah,mungkinkah aku cemburu,
Tolonglah tenangkan aku, putuskan diaa,,bercintalah denganku”
song by Melly Goeslaw
Aku pernah menyanyikan lagu ini untuknya. Lagu yang aku rasa menggambarkan bagaimana kondisiku saat itu, mencintai seseorang yang telah memiliki kekasih. Aku mengenalnya lebih dahulu dibanding kekasihnya. Ia yang membuat aku mencintainya. Dan karena kebodohanku, aku pun harus kehilangannya. Tapi itu cerita masa laluku, masa yang bisa dikatakan masa cinta pertamaku. Cinta yang banyak memberi waran, memberi makna tentang tawa dan air mata. Dan kisah yang meyakinkanku bahwa aku juga berhak untuk menghirup udara bahagia. Dan kini aku mencobanya.
Usaha yang begitu keras harus aku lakukan. Banyak hal yang harus aku lalui, selama prosesku untuk melupakannya. Proses untuk benar-benar melupakannya. Ini bukan hal yang mudah yang bisa dilakukan hanya dengan membalikkan telapak tangan. Proses itu berhasil akhirnya, meski harus dengan menangis terluka ketika sadar bahwa diriku telah ditipu dan dibodohi, oleh sesama wanita.
Perih pernah aku rasakan. Dan kini perih luka itu telah terobati. Seseorang tak memberikan penawar itu, tapi aku yang memilihnya sebagai penawarnya. Dan itu berhasil. Aku sangat berharap bahwa aku bukanlah orang yang mudah untuk jatuh cinta. Aku ingin meyakinkan diriku, bahwa seseorang yang kupilih dengan hati maka akan kujalani dengan hati. Aku tak mudah untuk merasakan jatuh cinta. Aku hanya merasa bahwa ia hadir di saat yang tepat, hadir di saat diri merasa begitu kosong. Apakah ia mengisi kekosongan itu??? Mungkin, jawabanku.
“dan ku tlah jatuh cinta, ku wanita dan engkau lelaki,
Perasaanku berkata, I’m falling in love,,,”
Kini laguku tlah berganti. Aku tak lagi merasa cemburu, atau mengharap berakhirnya hubungan seseorang. Aku telah jatuh cinta, pada seseorang yang telah membukakan mata ini. aku tak tau mengapa aku menyukainya, karena hatiku yang memilih, jadi tanya saja pada hatiku. Ia mampu menjaga seseorang yang ada di dekatnya, aku yakin itu. Ia bukanlah sosok anak manja, yang menggantungkan semua pada ibunya. Ia dewasa, berpikir lugas dan berwawasan luas. Ia mampu menjadi dirinya sendiri, hingga aku bukan melihatnya sebagai orang lain. Demikian aku menyukainya. Ia jauh berbeda dari orang yang ada di masa laluku. Ia lebih baik darinya. I’m sure.
“hanya namamu di hatiku,,jiwa dan raga takkan berdusta,,”
Pernahkah kau jatuh cinta??? Hatimu bergetar ketika mendengar namanya. Degup jantung berdetak makin kencang ketika ada di dekatnya. Hati merasa resah jika tak ada di dekatnya, tak tau bagaimana kabarnya. Bibir tak dapat berucap ketika ia ada di sampingmu, tak tau harus berkata apa. Diri selalu merindukannya. Selalu menantikan hari untuk bertemu dengannya, hanya untuk dapat melihatnya dari kejauhan membuat hatimu girang tak karuan. Hati menggalau di tengah kesendirian malam. Memikirkannya, membayangkan bersamanya, ada di depannya. Memimpikannya, menjadi hal yang begitu membahagiakan. Mencari alasan dan cara untuk dapat bertemu, memutar otak dengan keras untuk itu. Kegirangan ketika pesan yang kau kirim mendapat balasan, loncat-loncat dan nafas tak beraturan. Mencari topik pembicaraan agar dapat ber-sms ria. Semua ketika aku jatuh cinta, pada seseorang yang kuanggap tepat. Beginilah ketika aku jatuh cinta. Beginilah di saat aku menggalau.
Hhhmmm, aku hanya mengungkapkan apa yang kini tengah kurasakan. Aku ingin menggoreskannya di sini, sebelum nantinya aku lupa. Agar ia ada dalam sejarah hidupku. Mungkin nantinya bisa menjadi cerita bagi anak cucuku, mungkin anak cucuku dengannya. Hahahaha. Berharap sangat untuk itu. Mungkin ini sedikit berlebihan atau lebay. Semoga keyakinan itu tak lagi pergi dengan yang lain. Keyakinanku akan dirinya bisa ia dengar, hingga kami punya keyakinan yang sama. Amiiin.
Ku nantikan esok hari untuk bertemu dengannya. Matahri esok semoga menyambut dengan hangat. Dan Tuhan merestui semuanya. Amiiiin.
Bogor, 25 Febuari 2012
