YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Senin, 23 Februari 2015



Fight for me
Jika kau bertanya, apakah aku lelah?
Tak hanya lelah yang aku rasakan, tapi penat yang sangat
Jika kau bertanya, apakah aku penat?
Tak hanya penat yang sangat, tapi kegalauan yang menyiksa
Begitu pedihnya kegalauan itu, hingga akupun tak sanggup untuk menangis
Menangis pun aku pendam dalam hatiku
Hingga dadaku terasa begitu sesak, aku sakit
Rasa sakit yang aku rasakan sendirian,
Apakah ini salahku yang lelah memperjuangkanmu
Hingga aku berpura-pura tak memperdulikanmu
Ataukah salahmu yang tak pernah menjelaskan bagaimana perasaanmu
Hingga akhirnya lelah perjuangan ini
Ketika rangkaian cinta akan angan dan harapan yang tak jua berujung bahagia

Aku pun bertanya, pernahkah engkau memperjuangkanku?
Jika belum, perjuangkan aku!!!
Itu yang kupinta darimu

Sedihku, lelahku belum bisa kubagi dengan siapapun
Kegalauanku, ketika aku menginginkanmu, tapi ia menginginkanku

Kutunggu, seperti katamu kau kan datang padaku
Dengan misi rahasiamu, yang hingg kini ku tau tau apa itu
Sebelum nantinya kau benar-benar harus mengikhlaskanku,
Kupinta, datang padaku
Jelaskan padaku
Perjuangkan aku!!!

Minggu, 28 September 2014

Jika Aku Menjadi Seorang
Istri,,,,
Fase kehidupanku selanjutnya setelah menjadi seorang anak  adalah menjadi seorang istri dari anak orang lain. Tentunya aku memiliki banyak impian yang ingin aku lalui dan aku capai bersamanya nantinya. Ada beberapa atau banyak hal dari impianku yang pingin aku lakuin bersama my husband handsome. Dari semua hal yang mungkin belum sempat aku lakuin selama aku masih berstatus single, yah walaupun untuk saat ini status itu belum berubah. Yang jelas aku sangat ingin melalui itu semua bersamanya. Aamiin.
Ketika aku telah menikah kelak,,,
Bismillah. Semoga nantinya bisa memberi manfaat...Aaamiin.

THE WEDDING

HAPPY WEDDING

S E L A M A T
Untuk mereka yang telah masuk pada fase kehidupan pernikahan. Selamat untuk mereka yang telah menemukan belahan jiwanya. Selamat untuk mereka yang telah menemukan bidadari ataupun bidadara surganya. Selamat untuk mereka yang menemukan pasangan beribadah untuk selamanya. Selamat.
Mereka sudah pasti telah menerima segala kekurangan ataupun kelebihan pasangannya. Mereka pastinya akan tau apa yang sebelumnya mereka belum ketahui tentang pasangannya. Mereka sudah pasti siap untuk mengarungi kehidupan bersama-sama dalam keadaan apapun dan situasi apapun yang nantinya menerpa kehidupan mereka. Mereka sudah siap untuk menjalani kehidupan bersama, dan melahirkan para penerus negara pembela bangsa serta penegak agama. Selamat untuk mereka. Semoga Allah selalu meridloi rumah tangga kalian.
Belajar tenteng bagaimana hidup dalam berumah tangga bukan berarti harus menjalani rumah tangga terlebih dahulu. Kita dalam belajar itu tanpa harus menikah dulu. Kita dapat belajar tentang bagaimana hidup berumah tangga dari orang-orang di sekitar kita. Bisa orang tua, kakak, sodara, teman, tetangga ataupun orang yang belum kita kenal sekalipun. Dari sanalah kita bisa banyak belajar. Kita bisa menjadi lebih mengerti dan lebih bijak apabila nantinya menjalani kehidupan rumah tangga. Bagaimana kita saling mencintai dan menyayangi, saling menghargai dan menghormati serta saling melindungi satu sama lain.
Bahagianya mereka yang telah menemukan pasangan hidupnya, seperti apapun itu, mereka pastinya bahagia. Pencarian mereka berhenti karena telah menemukan. Mereka menghargai karena sangat sulitnya mencari. Kini saatnya mereka menjaga apa yang telah menjadi milik mereka berdua. Tentunya akan tinggi penghargaan itu ketika mereka sadar betapa sulitnya untuk mendapatkannya. Namun ketika Allah memberi kemudahan dalam mencari jodoh, bukan berarti mereka bisa menyia-nyiakannya begitu saja. Justru juga harus lebih mampu untuk mengjaganya apapun kondisinya.
Mudah ataupun sulit, selamat untuk seluruh hamba Allah yang telah menemukan pasangan hidupnya. Semoga keharmonisan serta rasa romantis selalu hadir dalam rumah tangga mereka. Dan semoga kami yang belum sampai pada fase itu, semoga Allah memberi jalan yang terbaik pada waktu yang tepat nantinya. Dengan seseorang yang tentunya membimbing pada kebaikan serta kebenaran. Dengan seseorang yang amanah, mampu bertanggung jawab serta memberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Aaamiin.

Rabu, 17 September 2014

#UdahPutusinAja

#UdahPutusinAja
          Mungkin bagi beberapa orang yang mendengar ataupun membaca #UdahPutusinAja udah ga asing lagi. Tapi untuk yang satu ini #UdahPUtusinAja versi aku. Ahayyy!!!
            Langsung aja pada kesimpulan yang secara tak langsung aku utarakan di sini. Memang tak ada yang dihalalkan dalam pacaran. Lebih banyak mendatangkan madharat ketimbang manfaat. Jadi lebih baik dihindari dan dicegah ketimbang nantinya sudah tak terobati lagi. Ingat penyesalan itu di akhir bukan di awal, kalo di awal itu namanya pendaftaran. Hehehe. Ok, back to the topic.
            Aku berbicara dari sisi wanita, karena aku ga pernah jadi kaum pria. Tapi mungkin nanti ada sedikit gambaran ataupun saran untuk kaum adam. Mengapa sebagai wanita, karena sedikit banyak wanita lebih sering diPHPin oleh pria ketimbang pria yang diPHPin oleh wanita.
            Bagi wanita status itu penting, antara YA atau TIDAK. Ketika pria menjawab YA, maka nikahilah aku namun ketika TIDAK maka segeralah enyah dariku. Mengapa harus enyah? Karena wanita yang pernah diPHPin sama cowok yang pernah deket apalagi suka sama dia, si wanita akan terus terbayang oleh si pria ketika pria itu tak juga pergi dari sekitarnya. Kalaupun bukan status, wanita butuh kejelasan perasaan. Ga perlu pacaran, ga harus. Tapi paling tidak masing-masing pihak mau mengungkapkan perasaannya, agar tak ada salah paham. Wanita itu betah sama yang namanya nunggu, apalagi nunggu orang yang suka sama dia menyatakan perasaan padanya. Bahkan mungkin sampai makan tahun pun bakal dijabanin. Buat para pria, tega nglakuin hal sedemikian kejamnya pada wanita?
            Makanya #UdahPutusinAja, apakah IYA kamu serius dengannya? Kalau TIDAK segera berikan jawaban itu pada si wanita. Kasian kalau wanita harus nunggu bertahun tahun nunggu pria yang disangkanya menaruh hati padanya eh ternyata ujung-ujungnya memang bakal berakhir di pernikahan tapi sebagai tamu undangan. Dapet undangan aja udah nyesek, apalagi bener-bener jadi tamu.
            So, #UdahPutusinAja mau dibawa kemana hubungan dan perasaan itu, dan segera putuskan kapan waktunya. Sejatinya, pria baik-baik untuk wanita baik-baik demikian pula sebaliknya. Jadi ketika sudah menemukan kebaikan-kebaikan itu pada diri seseorang, Insya Allah, Allah selalu bersama kebaikan-kebaikan itu. Aamiiin.
            Yap, itu argumenku. Kesimpulannya walaupun wanita betah nunggu tapi ketegasan dari pria itulah yang sebenarnya ia tunggu. Semangat untuk menemukan cinta sejati yang akan memberikan jalan kebaikan dan jalan penuh pahala serta berkah, menjadi bekal di akhirat kelak. Salam sayang :*

Minggu, 14 September 2014










Tak sekali ataupun dua kali, tapi berkali kali aku ingin menangis tanpa sebab yang aku pun tak tau. Aku hanya ingin sedikit melepas penat yang tengah aku rasakan. Aku hanya merasa sedikit jenuh, sedikit demi sedikit rasa jenuh itu tertahan, dan mungkin kini tak terbendung lagi. Aku menangis.
Atau mungkin tak sedikit alasan bagiku untuk menangis.
Ingin rasanya aku berlari sejauh mungkin. Berlari sejauh-jauhnya. Melarikan diri dari segala kepenatan, kejenuhan ataupun kegundahan yang menggerogoti pikirku dan menyita segala waktuku. Aku ingin menghempaskan segalanya pada langit, agar mereka tak kembali lagi padaku. Karena aku lelah.
Jika pelangi hadir setelah adanya hujan, aku tak mengingikan bahagia hadir setelah luka ataupun air mata. Aku ingin kebahagiaan tulus datang padaku, benar benar tulus untuk membuatku bahagia dan tak menangis lagi.
Kini ku hanya mampu mencoba menikmati setiap detiknya aku bernafas. Dalam tangis pun aku ingin tetap bersyukur, ku berharap seutuhnya bahagia itu segera menjadi bagian dari hidupku. Aku sungguh berharap Tuhan selalu berada di pihakku.